Loading...
Menyiapkan halaman Anda
Panduan · Developer
Panduan langkah demi langkah: kita akan membuat sebuah API key dari nol, memakainya untuk mengirim pesan dari sistemmu, sampai mencabutnya bila perlu — lengkap dengan gambar layarnya.
Panduan ini untuk developer atau tim teknis pada akun Bisnis (B2B) dan Pemerintah (B2G). API key dipakai supaya sistemmu sendiri — CRM, website, aplikasi internal — bisa "memanggil" platform: mengirim pesan, membaca percakapan, dan lainnya.
Pakai panduan ini saat: kamu ingin sistem lain yang kamu kelola berinteraksi otomatis dengan platform tanpa membuka dashboard. Kalau kamu hanya memakai dashboard sehari-hari, fitur ini opsional.
Apa itu API key. API key adalah token rahasia yang mewakili akunmu. Siapa pun yang memegangnya bisa mengakses platform atas namamu — jadi perlakukan seperti kata sandi.
Semua kunci API dikelola di satu halaman: API Keys. Perhatikan gambar di bawah. Yang perlu kamu kenali:

Pada sidebar kiri, cari grup menu DEVELOPER, lalu klik API Keys. Halaman terbuka menampilkan daftar kunci yang sudah ada (kalau belum ada, daftarnya kosong).
Klik tombol buat kunci baru di pojok kanan atas. Beri nama yang menjelaskan kegunaannya — misalnya Integrasi CRM atau Website Toko. Nama ini hanya untukmu; gunanya supaya mudah dilacak dan dicabut kalau perlu nanti.
Sebelum kunci bisa dibuat, kamu wajib memilih minimal satu izin akses — daftar tindakan yang boleh dilakukan kunci itu, misalnya membaca percakapan saja, atau juga boleh mengirim pesan. Tanpa memilih satu pun, tombol simpan akan menolak dengan pesan "Pilih minimal 1 scope".
Tersedia preset siap pakai untuk kebutuhan umum, dan pilihan satu-per-satu kalau kamu ingin lebih ketat.
Beri izin sesempit mungkin. Kunci untuk website yang cuma menampilkan status pesanan tidak perlu izin mengirim pesan. Kalau kunci itu bocor, kerusakannya terbatas pada yang memang diizinkan. Butuh izin lebih nanti? Cabut kunci lama, buat kunci baru — jangan memberi izin berlebih sejak awal "untuk jaga-jaga".
Kalau perlu, batasi juga alamat IP yang boleh memakai kunci ini, supaya kunci yang bocor tetap tak berguna dari tempat lain.
Setelah dibuat, kunci ditampilkan sekali saja — tidak bisa dilihat lagi setelah jendela ditutup. Segera salin dan simpan di tempat aman, misalnya pengaturan rahasia (secret/environment variable) di server sistemmu.
⚠️ Penting: kalau kunci hilang sebelum sempat disalin, kamu tidak bisa melihatnya lagi — cabut kunci itu dan buat yang baru.
Di sistemmu, sertakan kunci pada header Authorization setiap kali memanggil API platform.
Pesan dikirim ke dalam percakapan yang sudah ada, bukan ke nomor telepon lepas — jadi urutannya dua langkah: cari percakapan pelanggannya, lalu kirim ke percakapan itu. Ini disengaja: balasan pelanggan tetap masuk ke satu utas yang sama, tidak tercecer.
Langkah A — cari percakapan pelanggan (salin "id" dari hasilnya)curl "https://contoh-domain.anda/api/v1/conversations?limit=5" \ -H "Authorization: Bearer tk_live_xxxxxxxxxxxx"
Langkah B — kirim pesan ke percakapan itucurl https://contoh-domain.anda/api/v1/conversations/PASTE_ID_DI_SINI/messages \
-H "Authorization: Bearer tk_live_xxxxxxxxxxxx" \
-H "Content-Type: application/json" \
-d '{ "text": "Halo, terima kasih atas minatnya...", "as": "HUMAN_AGENT" }'as menentukan pesan itu tercatat sebagai balasan agen (bawaan), bot, atau sistem — memengaruhi tampilannya di kotak masuk, bukan isi yang diterima pelanggan.Daftar lengkap endpoint, header, dan format respons ada di halaman API Reference.
Kuncimu bekerja benar bila:
Bearer pada header Authorization.Kunci API saya hilang, bagaimana?
Kunci hanya ditampilkan sekali saat dibuat dan tidak bisa dilihat lagi. Kalau hilang, cabut kunci lama dari menu API Keys lalu buat kunci baru, dan perbarui di sistemmu.
Apakah fitur API ada di akun UMKM?
Tidak. Fitur Developer (API Keys, Webhooks, Plugin) ditujukan untuk akun Bisnis (B2B) dan Pemerintah (B2G) yang berintegrasi dengan sistem internal.
Berapa kunci API yang boleh dibuat?
Kamu bisa membuat beberapa kunci. Disarankan satu kunci per integrasi, diberi nama jelas, agar mudah dilacak dan dicabut bila perlu.
Apa beda API key dengan webhook?
Dengan API key, sistemmu yang aktif memanggil platform. Dengan webhook, platform yang aktif mengabari sistemmu saat ada kejadian. Keduanya saling melengkapi — lihat panduan Webhooks.
Apakah perlu coding untuk memakai API key?
Ya, memanggil API memerlukan kemampuan teknis. Kalau platform tujuanmu sudah punya plugin siap pakai, integrasi bisa tanpa coding — lihat panduan Plugin Tokens.
Begini API key dipakai menghubungkan sistem internal di berbagai bidang.
Sistem manajemen proyek internal memanggil platform lewat API key untuk mengirim update progres pekerjaan ke klien lewat WhatsApp otomatis.
SelengkapnyaAplikasi perizinan instansi memakai API key untuk mengirim notifikasi status permohonan ke pemohon langsung dari sistemnya.
SelengkapnyaUpdate produk, tips CS AI, dan studi kasus pelanggan — langsung ke inbox Anda.
Maksimal 1 email/minggu. Bisa unsubscribe kapan saja.
© 2026 PT Tanyakan Asisten Interaktif
Dibuat di Indonesia, untuk Indonesia 🇮🇩
Made with ❤️ for Indonesia
Kepatuhan & Keamanan